Widget HTML Atas

[1] Terapi Gangguan Kecemasan : Cara Kerja Susunan Syaraf Kita

[1] Terapi Gangguan Kecemasan : Cara Kerja Susunan Syaraf Kita


Photo by bruce mars on Unsplash

Susunan Syaraf kita terdiri atas dua bagian yang penting yaitu saraf sadar dan susunan saraf tak sadar. Nah, kedua jenis ini memegang peranan penting untuk diketahui agar kalian lebih memahami kondisi kalian saat ini.

Susunan Saraf Sadar

Susunan saraf sadar mengatur gerakan anggota badan, kepala dan tubuh menurut kemauan kita. Bagian ini terdiri atas otak dan urat saraf tulang belakang yang menjadi sumber bagi sejumlah saraf berpasangan yang masing-masing berakhir pada otot yang diaturnya.

Susunan Saraf Tak Sadar

Susunan saraf tak sadar mengtur organ tubuh bagian dalam, yaitu jantung, urat darah, paru-paru, usus besr dn sebagainya, bahkan pengeluaran ludah dan peluh juga diaturnya. Bagian ini berpusat di tengah otak yang berhubungan dengan suatu jaringan serabut halus di kedua sisi tulang belakang.

Susunan saraf tak sadar ini tidak menuruti kemauan kita tetapi (ini penting untuk kalian ingat) "Urat Saraf" 

Bereaksi terhadap susasana hati kita
Sebagai contoh jika kita merasa cemas maka pipi kita akan memerah, bola mata membesar, jantung berdebr dan tangan berkeringat. Reaksi ini datang tanpa kita sadarai dan kita tidak kuasa menghentikan reaksi tersebut kecuali "dengan merubah suasana hati kita". Karenanya bagian ini disebut sebagai Susunan Saraf Tak Sadar. 
 
Nah, susunan saraf tak sadar ini terbagi lagi menjadi dua yaitu saraf simpatis dan parasimpatis. Mungkin kita sudah sering mendengarnya dipelajaran biologi SMA dan konsep ini sangat perlu kalian ketahui dalam rangka terapi penyembuhan anxiety disorder. Pernahkah kalian melihat seekor binatang yang terdiam saat ketakutan, dan kejap berikutnya baru berlari sekuat tenaga. Cuping, hidung dan bola matanya melebar, jantungnya berbedar dan nafasnya pendek. Hal ini adalah hasil kerja dari saraf simpatis itu sendiri yang tengah mempersiapkannya untuk kemugkinan berkelahi.

Nah, lalu apa hubungannya materi biologi ini dengan kondisi kalian? Sederhana saja, semua perasaan aneh yang kalian sarakan adalah hasil kerja saraf simpatis itu pada susunan saraf tak sadar. Melawannya tidak akan menghasilkan apa-apa karena dia tidak bekerja sesuai perintah kalian, dan karenanya kalian wajib mengetahuinya agar tidak salah langkah dalam melakukan terapi.

Pola Rasa Takut

Manusia mengadakan reaksi yang sama jika merasa takut. Rasa takut mulai sebagai suatu implus didalam otak kita, yang meragsng saraf simpatis untuk menggerakkan berbagai bagian kulit dan organ tubuh seperti jantung, paru-paru dan usus besar. Hal ini akan menghasilkan tanda gejala ketakutan seperti: tangan berkeringat, jantung berdebar, perasaan takut mati yang mungkin sudah kalian rasakan sebelumnya.

Nah, sayangnnya rasa takut tersebut muncul dan memicu gejala yang berlebihan. Alih-alih mempersiapkan diri untuk melawan bahaya, rasa takut ini kadang membuat kita tidak mampu bertinndak banyak dan mengganggu pekerjaan sehari-hari.

Perlu diinngat bahwa ada beberapa tahap yang berbeda dari penderita "gangguan saraf" ini. Tak terhitung jumlahnya orang yang "gelisah" dan banyak diantaraya masih bekerja seperti biasa walau megami semacam stres. Memang, meskipun mau menngaku gelisah, mereka bisa saja marah jika ada orang yang mengatakan kalau mereka terkena "gangguan saraf". Itu tidak salah, karena gangguan saraf sendiri sekedar masin intensnya gejala ketakutan itu terasa.

Website ini memang membicarakan tentang perkembanngan dan perawatan gangguan saraf karena hampir semua gejala yang dikeluhkan sebagai "gelisah" dapat kalian temukan di dalam website ini.

Kuat tidaknya gejala gangguan saraf sangat bervariasi

Bagi orang yang terkena gangguan saraf mungkin gejala itu akan terasa lebih kuat.

Lalu kapan "gangguan saraf itu" mulai, dan kapan "kegelisahan" itu berakhir? Gangguan saraf berarti suatu keadaan dimanna gejala "kegelisahan" seseorang terasa begitu kuat sampai ia tidak sepeuhnya mampu, atau sama sekali tidak mampu melakukan pekerjaannya sehari-hari. Orang yang sarafnya "benar-benar" terganggu akan pergi kedokter, dan jika demikian lalu bagaimana? Mereka juga ingin tahu bagaimana gangguan saraf itu dapat terjadi dan bagaimana berkembangnya. Sehingga paa akhirya mampu memahami apa yang terjadi dan lambat-laun gejala kegelisahan intens tersebut akan berkurang.

Titik Perubahan

Banyak orang yang mendadak kena gangguan saraf. Keadaan stres yang datang secara tiba-tiba dan berkepanjanngan dapat membuat saraf pelepas adrenalinnnya menjadi sennsitif, sehingga menimbulkan gejala-gejala gangguan saraf secara berlebihan dan mengejutkan. Keadaan menjadi sensitif ini memang sudah dikenal oleh para dokter, tetapi kurang dimengerti oleh orang pada umumnya. Karenanya ketika pertama kali mengalaminya, oranng akan menjadi bingun dan kemudian terperangkap dalam rasa takut.
 
Jika ada yang bertanya kapan tepatnya gangguan saraf itu muncul , saya akan menjawab bahwa ini mulai pada saat seseorang yang sudah sensitif tersebut menjadi takut akan rasa-rasa fisik akibat stres berat itu. Sehingga dia akan masuk kedalam sebuah situs "setan" yang disebut "takut-adrenalin-takut". Menanggapi rasa takut itu adrenalin akan lebih banyak keluar, dan tubuh yang sudah sensitif itu terangsang untuk menghasilkan lebih banyak lagi perasaan tegang yang pada akhirnya mendatangkan rasa takut yang lebih besar. Inilah yang dimaksud dengan siklus "takut-adrenalin-takut" tersebut.
Hai Kak, Share AnxietyIndo Ke Yang Lain Ya

Tidak ada komentar untuk "[1] Terapi Gangguan Kecemasan : Cara Kerja Susunan Syaraf Kita"

Berlangganan via Email