Widget HTML Atas

[2] Terapi Gangguan Kecemasan: Gangguan Saraf Ringan

Gejala Umum Serangan Panik


Orang yang menderita ganggua saraf tipe pertema (gelisah), mempunyai beberapa atau semua gejala menjadi sensitidnya saraf tak sadar yaitu: tidak dapat tidur, depresi, letih, perut seperti diaduk, sembelit, jantung berpacu, detak jantung keras, jantung gemetar, berdebar-debar, detak jantung seakan "melompat" , rasa sakit seperti terkena pisau tajam dibawah jantung, tangan berkeringat, seperti ada peniti atau jarum dalam tangan dan kaki, tenggorokan serasa tercekik, tidak mampu menarik nafas panjang, dada sesak, seperti ada "semut" atau "cacing" merayap dibawah kulit, kepala seperti diikat kenncang, pusing, seakan melihat sesuatu yang aneh, misal barang seperti bergerak sendiri, mual, muntah, diare, dan sering buang air kecil. Komplit memang dan inilah yang terkadang membuat rasa takut membesar dan memancing "lingkaran setan" seperti dibawah pada meteri sebelumnya.

Berikut adalah daftar khas yang biasanya disampaikan penderita kepada dokter, dan jika kalian memilikinya maka jangan panik karena kami punya solusinya.

  • Semua terasa terbelenggu
  • Pusing
  • Letih dan Lesu
  • Berdebar-debr
  • Ngeri
  • Gugup
  • Rasa Pedih Dibawah Jantung
  • Tidak ingin melakukan apa-apa
  • Gelisah
  • Detak Jantung Berat
  • Seakan ada adonan kental didalam perut
  • Jantunng Gemetar
Penderita dengan gejala diatas mudah jengkel hanya karena masalah sepele. Mereka sangat yakin bahwa diri mereka memang sedang tidak beres, dan tidak dapat percaya jika orang lain juga mungkin mengalaminya. Banyak yang merasa bahwa mereka pasti menderita "Tumor Otak" atau bahwa mereka hampir gila saat ini. Satu-satunya keinginan mereka adalah secepat mungkin untuk kembali seperti dulu lagi sebelum "hal mengerikan" ini terjadi. Mereka sering tidak sadar bahwa gejala aneh yang mereka alami itu berasal dari gangguan saraf dan mengikuti pola umum yag juga dirasakan penderita lainnya, yaitu pola kecemasan dan ketegangan yang berkesiambungan.

Saya akan menjelaskan secara rinci tentang gangguan saraf seperti ini sebelum kita membahas menngenai penyembuhan, karena kebingungan akan apa yang sedang terjadi dan kecemasan apa yang akan terjadi sering menjadi faktor utama yang memperlama durasi sakit.


Photo by Hybrid on Unsplash

Permulaan: Berdebar Debar

Banyak orang sehat tergesa-gesa dianggap kena ganggua saraf tipe ini, karena kecemasan disebabkan oleh suatu rasa jasmani yang datang secara tiba-tiba dan mengejutkan walaupun tidak membuat sakit. Misalnya untuk pertama kalinya dan tidak terduga sebelumnya jantung mendadak berdebar-debar, jika pemiliknya menderita anemia, letih atau stres. Serangan semacam itu dapat menakutkan bagi orang yang tempramennya mudah melonjak apalagi jika datangnya dimalam hari dan tidak ada orang lain yang muncul untuk menghibur atau menenangkan kembali.

Jantunng serasa berpacu dan penderita merasa pasti bahwa jantungnya akan pecah. Biasanya ia akann berbaring diam, tidak berani bergerak karena takut sakit lebih parah. Maka timbulah rasa takut. Rasa terkejut karena tanpa diduga sebelumnya tiba-tiba terjadi sesuatu yag tidak nyaman dalam tubuh kita, terutama disekitar jantung., walau sebenarnya bukan hal yang terlalu istimewa.

Siklus Takut-Adrenalin-Takut

Rasa takut meyebabkan adrenalin lebih banyak keluar, sehingga jantung yang sudah berdebar-debar itu menjadi lebih giat lagi kerjaya, bergedup tambah kencang dan serangan itu berlanngsung lebih lama. Penderita dapat menjadi panik karena mengira akan segera mati. Tangannya berkeringat, wajahnya terasa panas, jari-jarinya bergerenyet karena seakan ada penniti dan jarum didalamnya, sementara ia menunggu sesuatu yang tidak ia ketahui.

Serangan tersebut akhirnya berhenti (Selalu saja begitu) dan untuk sementara semuanya akan terasa baik kembali. Akan tetapi, sekali pernah mendapat serangan, ia akan menjadi ngeri kalau-kalau mendapatkan serangan panik lagi.

Ia tidak hanya takut akan jantunng yang berdebar-debar lagi namun sekarang bertambah seperti takut memikirkan apa yang mungkin akan terjadi lagi nannti? gejala seperti apa lagi yang akan muncul? dan ini memicu rantai setan itu aktif kembali.

Tegang Karena Takut

Pada tahap ini pennderita akan berkonsultasi dengan dokter yang biasanya berhasil menenangkan dan menghilangkan rasa takutnya. Akan tetapi, dapat saja ia tidak sepenuhnya menjadi tenang kembali dan mungkin malahan merasa beruntung karena disuruh beristirahat selama beberapa hari dan diberi nasihat untuk "berhati-hati" atau "jangan bekerja terlalu berat". Jika dinasehati demikian, orang pada umumnya akan berbaring di atas tempat tidur sambil memikirkan jantungnya sendiri. Pasien tersebut sudah berada dalam keadaan saraf tegang karena mencemaskan debaran jantungnya. Dapatkan anda membayangkan tegangannnya sekarang? Mungkin anda pernah mengalami itu?

Di lain pihak, jika dalam usaha menghibur pasien, dojter mengatakan bahwa jantung berdebar itu tidak masalah, maka pasien mungkin akan beristirahat atas kemauannya sendiri. Yakin bahwa dokter menyembunyikan kemungkinan terburuk dan tidak mau jujur menyampaikannya (seperti yang mereka sering lihat di sinetron dan tv) padahal kenyataannya memang tidak ada yang disembunyikan dokter dan jantung si pasien memang baik-baik saja.

Makin banyak ia beristirahat maka semakin bannyak pula ia memikirkan jatungnnya dan ia makin tegang dan khawatir. Tangannya akan terus-menerus memegang nadinya dan karena menanggapi kekhawatiran itu jantungnyapun berdetak lebih agresif dibandingkan sebelumnya.

Pada saat itu penderita akan menjadi sedih sendiri. Ia lalu kehilangan nnafsu makann, berat badanya menurun, dan tidak berani sendirian karena takut mendapatkan "Serangan". Pada waktu yang sama ia tidak berani berada ditengah orang banyak karena takut medapatkan seragan da malah menjadi pusat perhatian. Tidak lama setelah itu gejala lain aka mengikuti se'"perti perut terasa mulas, jantung berpacu, pening, pusing dan pada akhirnya muncul "Perasaan akan mati". Dengan kata lain seluruh siklus "takut-adrenalin-takut" menjadi semakin kuat. Jika seseoranng kena gangguan saraf tipe ini, bukan karena takut kepada jatungnya yang berdebar-debar, maka biasanya adalah karena rasa takut oada gejala tidak enak badan lainnya yang sudah dijabarkan diatas sebelumnya.


Panik

Ada orang, yang disamping hari-harinya selalu ditemani oleh rasa tidak enak badan yang menjengkelkan ini, sekali-kali hanyut dalam gelombang kepanikan yanng terus menerus. Ada pula yang panik setiap bberapa menit dan ini dapat berlangsung selama beberapa jam. Anda dapat membayangkan betapa ini aka sangat mengganggu jika dayang saat penderita tengah bekerja. Biasaanya ia akan selalu mencoba untuk kelihatan normal. Sungguh menyedihkan, ia akan hidup dalam kecemasan akan dayangnya serangan tersebut pada saat-saat yang kurang menguntungkan. Malangnya serangan ini memang sering muncul diwaktu-waktu krusial seperti itu.

Mungkin saja seranngan janntung berdebar-debar inni tidak kambuh lagi, tetapi penderita malahan lebih prihatin akan menifestasi ketakutan lainnya. namunn demikian, yang lebih sering terjadi adalah jantungnya tetap berdebar-debar terus dan penderitaannya semakin berat.

Sekali lagi saya bukan mengada-gada, saya sudah begitu serinng mendengar cerita semacam ini dan saya betul-betul memperhatikannya. Pada tahap inni yanng biasaanya terjadi adalah: pasian mendapat perawatan yang kurang memdai selama beberapa tahun, pergi dari satu dokter ke dokter lainnya.

Bagi orang sehat, cerita ini mungkin terdengar terlalu kekanak-kanakan dan bodoh. Pikirbya "Menngapa dia tidak mengenakan pakaian kerjaya lalu beragkat kerja dan melupakan omong-kosong ini?". Benar! Iti yang ingin ia lakukan. Tetapi bagi orang yang tidak menyadari bahwa pada saat iniketakutan yang dirasakann oleh penderita seperti itu lebih besar dari yang diketahui atau dibayangkan oleh orang pada umumnya.

Jadi tidak semudah itu ferguso!!

Berulang-ulang ia kejang dan panik, jika dibarengi dengan keletihan hal itu tidak hanya membuatnya lebih sering panik, tetapi jarak antarpaik itu sendiri juga makin dekat.

Nah, semoga dengan materi ini kalian sudah mulai paham apa yang sebenarnya kalian derita. Dan selanjutkan kita akan memasuki sesi doktrin dan perbaikan pikiran kalian yang tentunya gratis demi satu tujuan "Menjadi Seperti Dulu Lagi"

Jika kalian merasa terbantu dengan artikel ini kalian bisa membantu kami juga dengan memberikan komentar dan membagikannya pada orang lain yang membutuhkan.

Terima Kasih
Hai Kak, Share AnxietyIndo Ke Yang Lain Ya

Tidak ada komentar untuk "[2] Terapi Gangguan Kecemasan: Gangguan Saraf Ringan"

Berlangganan via Email