Widget HTML Atas

[3] Terapi Gangguan Kecemasan: Melawan Anxiety Disorder

[3] Terapi Gangguan Kecemasan: Melawan Anxiety Disorder


Penderita gangguan saraf bukanlah orang bodoh atau pengecut, melainkan kebanyakan adalah orang yang sangat pemberani yang sekuat tenaga melawan gangguan sarafnya, tetapi caranya serinng salah. Mungkin ia melawan gangguan tersebut setiap saat ia terjaga dan mendapatkan tangannya berkeringat dan ototnya kaku. Tanpa perhitungan ia berusaha memaksakan diri melupakann keadaanya yang menyedihkann itu dengan secara sadar memusatkan perhatiannya pada hal-hal lain. Atau mungkin ia melawannya dengan memeras otak menncari jala keluar dari penjara kesedihannya dan dengan sia-sia karena selalu menemukann jalan buntu.
Pada malam hari ia pergi tidur dengan keletihan yang sangat, menikmati tidur yang menngerikan dengan gangguan saraf, tidur bert karena keletihan saraf seperti tidurnya seorang pemabuk berat. Atau lebih buruk lagi. ia sama sekali tidak dapat tidur tanpa obat penenang.





Petang hari kadang-kadang ia merasa agak tenang. Mungkin hampir normal dan mengira "ia akhirnnya mampu mengatasi hal ini", dan mungkin akan pergi tidur sambil berkata "Sekarang sudah berakhir, dan besok saya akan kembali seperti dulu lagi". Akan tetapi keesokan harinya ia terbangun dan merasa kejang dan mual. Ia tidak menngerti apa yang terjadi karena sore sebelumnya ia sudah merasa sangat baik dan sembuh, namun hal aneh ini kembali muncul lagi. Kalau terjadi demikian dia mungkin putus asa seakan sudah tidak ada jalan lagi. Dan ini memicu rantai setan ynng dibahas sebelumnya.

Ia mncoba mngingat-ngingat masa lalunnya sambil merindukan dirinnya yang dulu, seseorang yang dapat duduk dengan tenang sambil menikmati buku yang bagus, atau dengan gembira menonton acara televisi, dan denngan gelisah ia menghitung sudah berapa minggu berlalu, bulan, bahkan berapa tahun sudah terlewat semenjak terakhir kalinya ia menikmati masa itu. Ia bernalar bahwa jika setelah berusaha keras ia tidak dapat kembali menjadi dirinya lagi, lalu ia mau jadi apa? Melawan adalah cara bela diri biasa dan karenanya hanya sennjata itu yang dia kenal, maka ia justru melawan lebih keras lagi.

Tetapi makin keras ia melawan, makin buruk keadaannya. Ini sudah jelas, melawan berarti merasa lebih tegang, tegang memperbanyak adrenalin, dan lebih merangsang saraf pelepas adrenalin dan selanjutnya menyebabkan gejala-gejala itu terus-menerus terasa.
Bahkan yang terburuk, dokternya mungkin berkata "Kalian harus melawan, jangan biarkan diri anda semakin terjerat". Dan, rantai setan itu akan selalu menghantui kalian terus-menerus jika tidak mengganti teknik penyembuhan yang kalian lakukan.

Ia tidak dapat mengerti apa yang terjadi dengan dirinya. Ia seperti seorang yang terjerat. Ia tidak menyadari bahwa tidak ada setan yang duduk diatas bahunnya, dan bahwa ia berbuat demikian "sekedar hanya karena takut, melawan da ingin lari dari takut".

Pada tahap inilah sakit kepalanya menjadi semakin hebat, seperti dililit ikat kepala besi, atau ada benda berat menekan ubun-ubunnya. Mungkin ia merasa pusing, mual, sulit melapangkan dada untuk menarik nafas panjang, merasa sangat sakit disekitar jantung, ataupun merasa pedih serasa ditusuk belati.

Ia menjadi tidak tertarik pada apa saja dan kepada siapa saja, dan ketegangannya yang meninggi itu membuat ia mudah jengkel karena hal-hal sepele. Seperti kata seorang ibu muda "Saya melampiaskannya pada annak-anak saya yang tidak bersalah"

Nah, jika kalian sudah sampai sini membacanya berarti selamat, kalian sudah satu langkah menuju kesembuhan. Sebuah langkah kecil namun memiliki dampak besar yang tidak boleh kalian lewatkan.

Lalu apa kesimpulannya?

Jangan melawan, melawan hanya akan menyebabkan rantai setan itu aktif dan kalian akan selalu dihantui oleh gangguan kecemasan ini selamanya. Namun jangan takut, pada artikel-artikel selanjutnya kami akan membagikan dan membantu kalian "Menghilangkan gejala aneh itu, tanpa perlu melawan"


Terima Kasih

Hai Kak, Share AnxietyIndo Ke Yang Lain Ya

Tidak ada komentar untuk "[3] Terapi Gangguan Kecemasan: Melawan Anxiety Disorder"

Berlangganan via Email