Widget HTML Atas

[5] Terapi Gangguan Kecemasan: Perasaan Akan Pingsan dan Pola Tetap Rasa Takut

Terapi Gangguan Kecemasan: Perasaan Akan Pingsan dan Pola Tetap Rasa Takut

Hai, selamat datang di situs terapi gratis ini dan semoga kalian bisa terbantu dengan tulisan-tulisan yang ada disini. Oh ya, jika kalian merasa terbantu maka jangan lupa untuk membagikan kepada yang lain karena akan ada lebih banyak yanng bisa kita bantu.


Photo by thom masat on Unsplash

Perasaan akan pingsan

Mungkin tiba saatnya dimana rasa takut yang sudah besar si penderita akhirnya menyerah kepada apa yang ia pikir merupakan kekuatan terakhirnya dan "pingsan", sementara keluarganya terkejut berdiri disekelilingnya tanpa daya. Terdengar gumaman diruang depan, "Dokter, dia pingsan!"

Jika tidak dapat melepaskan diri dari gangguan saraf ketika sadar dari pingsannya, penderita akan berpikir "Sakit apakah saya?" Nampakya pertempuran ini terlalu berat, perjalananya agaknya terlalu menndaki sehingga ia harus berbaring diatas tempat tidur selama berminggu-minnggu padahal ada cara yang lebih cepat untuk kembali normal. Sayang dia tidak tahu apa penyakit yang ia derita yang sebenarnya adalah "Gangguan kecemasan" belaka.


Pola Tetap Rasa Takut

Anda sekarang sudah dapat mengenali sebagian  dari diri anda sendiri dalam diri penderita tersebut, bukan? Mungkin anda menjadi lega karena tahu bahwa penyebab utama gejala-gejala misterius itu yang anda alami seperti yang dialami penderita tersebut yaitu rasa takut.
Ringan atau berat, penyebab utama gangguan saraf adalah rasa takut. Konflik, kesedihan, rasa bersalah atau malu memang dapat membawa pada gangguan saraf. Tetapi sesudah itu penderita akan merasa tertekan karena rasa takut. Kesedihan yang sangat karena kehilangan seseorang yang dicintai pun akan bercampur dengan rasa takut, yaitu takut menghadapi masa depann sedirian.

Masalah seks agaknya paling menyebabkan gangguan saraf jika dibarengi rasa takut atau rasa bersalah. Rasa bersalah membuka pintu bagi rasa takut. Kecemasan, kekhawatiran, rasa nyeri hanyalah variasi dari bentuk lain dari rasa takut itu sendiri.

Ada yang berpendapat bahwa rasa takut lain dari stres dalam situasi tertentu dapat menyebabkan gangguan saraf. Sebagai contoh, seorang wannita setengah baya yang harus merawat ayahnya yang sakit dan berusia lanjut, akan mengalami stres terus-menerus. Meskipun dari hari ke hari dia berhasil mengatasinnya, tidak meganggapya terlalu berat dan tidak terlalu peduli bahwa hakikatnya ia terikat pada kewajiban, ketegangan itu dapat terus-menerus berlannjut sampai berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Mungkin ia merasa 'ogah' dan perlu bantuan, tetapi dia tidak mau 'berhenti'.

Saya pernah kagum terhadap kemampuan seorag wanita yang sanggup menjalani kehidupan begitu lama dalam situasi semacam diatas, dan adik laki-lakinnya berkata "Ya, memang sangat tegang bagi Ani, tetapi Ani tidak pernah memikirkan dirinya sendiri". Inilah rahasia kenapa Ani mampu bertahan. Seandainya ia mau mendengar saran dari teman-temannya yang menaruh simpati, lalu mulai menyesali dirinnya dan ngeri pada masadepannya sendiri, ia pasti sudah menanam benih gangguan saraf saat ini. Namun buktinya tidak, ia berhasil menghindarinya.

Ketegangan dapat menyebabka sakit kepala yang berat (Ani menderita migren) dan keletihan fisik. Walaupun begitu, jika tidak dibarengi dengan rasa ta kut, ini tidak akan menyebabkan ketidakmampuan fisik yang kita kenal sebagai gangguan saraf. Jika kita hampir tidak mampu melakukan suatu pekerjaan, sedangkan kita dituntut oleh tanggunngjawab.

***

Banyak kisah sukses dari orang lain dalam menghadapi gangguan kecemasan ini yang keseluruhan cerita mereka juga bisa kalian baca disini untuk dijadikan bahan menyusun strategi demi sembuh dari gangguan saraf ini.


Kesimpulan

Pingsan bisa disebabkan oleh kmampuan tubuh yang sudah mencapai puncaknnya dalam melawan kecemasan dan gangguan saraf ini. Dan disinnilah kesalahannya, melawan hanya akan membuat rantai setan aktif kembali.

Gangguan saraf bisa juga disebabkan oleh trauma masa lalu yang dipendam dan dibawa dalam kegelisahan dan akhirnya memicu ketakutan dan membakar segel terakhir dari saraf yang membuatnya semakin sensitif.

Ingat, pelajaran pertama kita "Jangan Melawan".

Terima Kasih
Hai Kak, Share AnxietyIndo Ke Yang Lain Ya

Tidak ada komentar untuk "[5] Terapi Gangguan Kecemasan: Perasaan Akan Pingsan dan Pola Tetap Rasa Takut"

Berlangganan via Email