Widget HTML Atas

Apa penyakit yang saya derita?

Apa penyakit yang saya derita?



Disuatu pagi yang cerah dihari yang baik tiba-tiba anda merasakan sesuatu yang aneh. Anda tidak tahu apa itu namun kejap berikutnya tiba-tiba merasakan ketakutan seakan ada pertanda hal buruk yang akan terjadi. Anda tiba-tiba tenggelam dalam berbagai spekulasi apa yang terjadi dan akhirnya terjatuh semakin dalam.

Dada terasa sakit, jantung berdebar keras, tenggorokan terasa tercekik seakan ini adalah nafas trakhir anda. Sepuluh menit berlalu dan anda masih baik-baik saja. Anda pasti bingung akan apa yang terjadi, seakan ada yang salah didalam pikiran namun tidak tahu bagaimana cara menenangkannya.

"Semakin dipikirkan maka ketakutan akan semakin besar"
Luka pada ibu jari dapat langsung diobati dengan betadine dan ditiup agar terasa lebih nyaman dan rasa sakitnya berkurang. Takut akan sesuatu maka kalian bisa dengan sengaja menghindarinya dan mencoba hal lain. Namun apa jadinya jika rasa takut tak menentu ini adalah sesuatu yang tidak bisa kalian hindari?

"Takut akan kematian"

Hal ini adalah sesuatu yang normal namun beda cerita jika yang mengalaminya adalah penderita Anxiety Disorder. Semakin terpikirkan maka semakin parahlah gejalanya yang bahkan bisa membuat mereka langsung jatuh pingsan dan dibawah ke UGD untuk pertolongan pertama. Mereka tidak bisa lari, tidak bisa berlindung karena mereka takut akan sesuatu yang tidak mereka ketahui. Mereka paham mereka tidak bisa menghindari kematian dan inilah yang membuat penderita Anxiety Disorder serasa berada diujung jurang dan tak tau harus kemana lagi.

Rasa takut ini tidak seperti takut kepada anjing gila yang mana seseorang dapat memilih jalur lain dan selamat dari rasa takutnya. Rasa takut yang dialami oleh penderita Anxiety Disorder adalah rasa takut yang luar biasa dan karenanya saya mennyebut mereka sebagai "Manusia-manusia tangguh" yang pernah ada.

***

Hari selanjutnya gejalanya berganti, kali ini tubuhnya terasa lemas tak berdaya yang membuatnya kepikiran sepanjang hari. "Apakah saya akan kena Stroke?".
Pikiran ini semakin lama semakin membesar dengan spekulasi-spekulasi liar yang pada akhirnya membuat rasa takutnya semakin menjadi-jadi. "Apakah saya akan mati karena Stroke?".

Kesalahan terbesar dari penderita Anxiety Disorder adalah mereka pergi kedokter namun tidak jujur dengan apa yang mereka rasakan. Saya juga paham, semua orang pasti malu jika menyampaikan "Saya takut mati" kepada seorang Dokter. Ada banyak rasa takut seperti dianggap kurang beriman dan  kurang religius padahal kasus kali ini sangat berbeda.

Akhirnya dokter hanya memberikan resep berupa obt maagh karena kecemasan ini kerap kali membuat asam lambung naik dan menyebabkan nyeri didada. Dia mendapatkan obat untuk satu gejala, namun gejala lain jelas akan terus menghantuinya. Apa yang mereka butuhkan saat ini sebenarnya hanyalah beberapa pil penenang dengan resep dokter yang akan membuat mereka bersyukur karena bisa merasakan kehidupan lama mereka walau untuk sementara.

Banyak yang takut dengan obat penenang ini karena takut akan ketagihan padahal jika sesuai resep dokter maka bisa dijamin aman dan tidak akan menimbulkan efek samping apapun. Saya pribadi contohnya, pil tersebut membantu saya kembli menjadi diri sendiri setelah sekian lama berada dijurang rasa takut tersebut.

Saya tidak bilang saya berani karena gejalanya bisa saja kembali diwaktu tak terduga da karenanya para pakar sering berkat "Biasakanlah hidup rukun dengan penyakit barumu". Ya, penyakit ini abadi namun dengan kalian mengetahui apa penyakit ini sebenarnya maka saat itu juga penyakit ini akan menjadi diri kalian sendiri.

Tak ada lagi rasa takut yang berlebihan karena kalian tahu "Si peyakit cemas" inilah biang keroknya.
Saya pernah membaca buku disaat terkena penyakit tersebut yang tentunya membutuhkan tenaga ekstra, namun saat mengetahui ada seseorang yang memehami penyakit ini perlahan pikiran saya semakin terbuka dan akhirya membacaa beberapa ratus halaman itu hingga tuntas.

Ada resep sederhana yang ditanamkan dari halaman satu hingga halaman lima ratus. 
"Menerima, Mengapung dan Membiarkan Waktu Berlalu".

Melawa hanya akan membuat reaksi panik semakin besar, oleh karenanya untuk saat ini kalian harus mencoba menerima sensasi aneh ini.

Saat jantung berdebar, "Ah, si cemas berlebihan ini mulai lagi" dan kemudian membiarkannya dan menunggu reaksi biologis tubuh kalian menerimanya sambil waktu berlalu. Tidak mudah memang, namun seirig pemahaman dan pengalaman maka kalian akan berhasil menerapkan metode ini.

Metode ini adalah metode paling ampuh disamping penggunaan penenang karena secara tidak langsung menannamkan doktrin baru didalam alam bawah sadar kalian. Dan ingatlah, kalian tidak sendiri. Kalian tidaklah abnormal, banyak orang lain yang mengalaminya namun mereka malu menngutarankannya. Dan ingat, rasa malu itu malah akan menjadi bumerang nantinya. Carilah orang yang tepat dan mengerti kondisi kalian maka kalian akan kembali menjalani hari-hari yang tenang.


Terima Kasih
Hai Kak, Share AnxietyIndo Ke Yang Lain Ya

Tidak ada komentar untuk "Apa penyakit yang saya derita?"

Berlangganan via Email