Widget HTML Atas

Berhati-hatilah dengan Google- Pisau Bermata Dua

Berhati-hatilah dengan Google- Pisau Bermata Dua


Hai, kembali lagi di web AnxietyIndo.site ini. Nah, kali ini saya akan membahas sebuah hal yang umum dan kerap kali menjadi penghalang pasien gangguan kecemasan untuk mencapai kesembuhan. Apa itu? Searah Engine alias mesin pencari.
Seorang teman saya pernah menunjukkan sebuah "meme" yang sedikit menyindir hal ini.

"Googling tentang gejala yang kamu alami malah akan makin meyakinkan kamu kalau kamu sedang mengidap penyakit berbahaya (akan mati) saat ini".


Saya yakin kalian akan terkikik karena apa yang ditampilkan dalam "meme" tersebut adalah sebuah kenyataan. Dan disini saya mencoba pendekatan yang sedikit lebih "fun" dibanding harus membahas seacr suram bukan?

Nah kembali lagi ke topik, apa yang disindir oleh meme tersebut adalah alasan kenapa saya menyuruh anda berhati-hati dan lebih bijak mencari sumber informasi (terlebih jika kamu memang adalah pasien gangguan kecemasan".

Beberapa pasien yang menjalani perawatan kerap kali bercerita kepada dokter mereka dengan berbagai keluhan dan biasanya berbeda-beda setiap minggunya seolah mereka tengah mengidap penyakit yang komplikasi.

Sebagai contoh, dugaan terkena penyakit jantung adalah yang paling sering di utarakan. Hal ini wajar karena gejalanya mirip dengan gejala penyakit jantung yang tersebat di Internet. Maka bermodal ponsel pintarnya, pria/wanita malang itu mendapatkan informasi bahwa "ia terkena penyakit jantung", dia kemudian panik dan tenggelam kedalam siklus kepanikan sendiri.

Dia panik dan memanggil ambulance, dibawa ke UGD dan semakin panik lagi. Dokter memeriksanya dan anehnya "Kondisi fisiknya normal, dan tidak ada tanda-tanda penyakit jantung".

Cerita tersebut sering kali terjadi dan kadang pasien bukanlah orang yang terlalu berada yang biasa saja kehilangan beberapa juta untuk pemeriksaan singkat saja.

Paranoid akan hasil pencarian di Internet, memunculkan spekulasi-spekulasi penyakit lain yang membuat pasien menghabiskan uangnya untuk melakukan pemeriksaan demi pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan namun gejala-gejala aneh itu tetap muncul. Inilah salahnya, dia terlalu pecaya apa yang dituliskan oleh media di internet padahal kebanyakan hanya menulis secara umum dan dibesar-besarkan demi pengunjung dan pundi-pundi rupiah.

Apalagi jika ada yang berpeluang viral, maka semuanya akan dipoles sehingga pria/wanita lugu malang itu terjebak dalam rasa takutnya tanpa tahu apa penyakitnya sebenarnya. 

Nah, selain penyakit jantung, pasien juga kadang berpikir dia kena stroke, kena HIV, tumor ganas, kanker dan sebagainya. Pokoknya yang berbahaya-berbahaya lah, yang peluang hidupnnya sudah sangat sedikit.

Lalu apa jadinya jika kalian mengkonsultasikan hal ini dengan orang yang tidak tepat? Hehe, mereka bisa saja mengiyakan sambil mennawarkan obat mujarab yang katanya bisa menyembuhkan semua penyakit. Saya tidak anti herbal lho, karena obat-obatan kimia juga kebanyakan didapat dari menngekstrak herbal itu sendiri, tapi dengan kuantitas dan dosis yang sudah disesuaikan dan dianggap aman.

Saya paham, apapun bidangnya maka akan ada bisnis didalamnya dan itu tidak salah. Namun, kadang saya cukup prihatin jika bisnisnya juga memasukkan unsur "CRM" yang berlebihan kepada si pasien.

Lah, apa CRM ini?
Dalam dunia bisnis dan teknologi, ada yang disebut sebagai Customer Relationship Management, yaitu bagaimana agar konsumen tetap setia kepada kita. Ini adalah teknik pemasaran yang diperlukan dan bahkan dipakai oleh perusahaan-perusahaan besar. Namun ya, saya pribadi kurang setuju sih dengan hal ini jika pasien memang sedang butuh bantuan cepat, namun dari sisi bisnis sih memang perlu dan tidak salah. Mungkin saya reviri sedikit, saya tidak setujunya untuk pasien gangguan kecemasan aja deh Ah, lupakan malah ngalor ngidul lagi hehehe.

CRM tidak apa-apa, namun jangan berlebihan dan jangan tipu pelanggannya. Nah, ini cukup.

Google Pisau Bermata Dua
Di Google kalian bisa menemukan jutaan hal penting seperti penanganan pertama terhadap suatu penyakit. Namun disisi lain, hasil pencariannya yang menampilkan halama yang hanya ngejar iklan malah bisa menimbulkan kecemasan bagi pasien dan ini tidak baik.

Lalu apakah ini salah Google?
Ya jelas tidak, ini bukan salah siapa-siapa. Yang buat artikel punya hak untuk menulis, dan google punya hak untuk menampilkan. Jadi tinggal diri kalian, pintar-pintarlah memilah informasi terutama yang menyangkut kesehatan bagi pasien gangguan kecemasan.

Jangan sampai terapi kalian terhambat oleh artikel-artikel yang menyebabkan kalian makin gelisah. Artikel itu bermanfaat, tapi tidak untuk kalian. Artikel itu mungkin sangat penting bagi mereka yang beanr-benar kena serangan jantung karena memang butuh penanganan cepat dan berpacu dengan waktu.

Penyakit itu punya pantangan, contohnya jika kalian demam kalian tidak diperbolehkan minum es, makan mie rebus pas kecil. Nah, anggaplah penyakit gangguan kecemasan itu juga begitu. Saya akan mengatakan kalau kalian memiliki dua pantangan, "Tidak boleh melawan rasa takutnya, dan berhentilah mencari informasi penyakit diluar gangguan kecemasan ini setidaknya sampai kalian sudah melewati tangga pertama dalam proses penyembuhan (lihat bagian terapi)"

Oke, sekian pembahasan kali ini dan semoga bisa membantu.
Hai Kak, Share AnxietyIndo Ke Yang Lain Ya

Tidak ada komentar untuk "Berhati-hatilah dengan Google- Pisau Bermata Dua"

Berlangganan via Email