Widget HTML Atas

Kekuatan Pikiran- Perbaiki Sudut Padang Kita Demi Hidup Yang Lebih Indah

Kekuatan Pikiran-  Perbaiki Sudut Padang Kita Demi Hidup Yang Lebih Indah




"Dalam penciptaan, satu-satunya hal sulit adalah untuk mulai; sehelal rumput tidak lebih mudah dibuat daripada sebatang pohon ek."
 Mungkin, satu kesalahan terbesar yang kita lakukan ketika kita mengatakan TIDAK adalah dengan muilei dari TIDAK. Kita mengatakan TIDAK terhadap sesuatu yang kita tolak permintaan atau perilaku orang lain. Suatu TIDAK yang positif meminta kita untuk melakukan sesuatu yang bertolak belakang dan mendasarkan TIDAK kita pada sesuatu yang kita inginkan. Bukannya dimulai dari TIDAK, dimulai dari YA. Carilah TIDAK Anda dalam YA yang lebih mendalam YA demi kepentingan utama Anda dan hal yang benar-benar penting.
 Saya tidak pernah mempelajari hal ini secara lebih jelas selain dari teman saya yang sangat kecanduan alkohol sehingga hampir kehilangan nyawanya dan nyawa orang lain dalam suatu kecelakaan mobil. Dia sudah sering kali berusaha menghilangkan kebiasaan itu tetapi selalu gagal. Lalu, di usia 60 tahun, ketika semua harapan telah lanyap, dia ménemukan suatu keinginan untuk mengatakan TIDAK dan berhenti minum. Rahasianya? Dia berkata, "Ketika cucu saya lahir, tidak ada yang lebih saya inginkan selain umur panjang agar saya dapat melihat dia tumbuh. Kelahirannyalah yang memotivasi saya untuk mendapat pengobatan dan berhenti minum. Sejak saat itu, selama lebih dari 15 tahun, saya tidak pernah menyentuh minuman beralkohol setetes pun." YA miliknya timbul karena cucunya agar bisa bermain dengan sang cucu dan melihat sang cucu tumbuh memotivasi TIDAK miliknya yang kuat terhadap alkohol.

 Ceritanya berfungs! untuk menjelaskan kebenaran paradoksn sehari-hari: kekuatan TIDAK Anda muncul secara langsung dari kekuatan YA Anda.
 YA Anda mendasari tujuan dar perkataan TIDAK Anda.
 Langkah pertama dalam metode ini adalah mene- mukan YA yang terletak di balik TIDAK Anda. Semakin Anda memasuki motivas! inth Anda, YA Anda akan semakin kuat sehingga TIDAK Anda menjadi semakin kuat.
 Dari Reaktif Ke Proaktif
 Hambatan terbesar untuk berhasil mengatakan TIDAK bukanlah orang lain, betapapun sulitnya hal itu. Penghambat terbesar adalah diri kita sendiri. Adalah kecenderungan kita sebagai manusia untuk bereaksi bertindak dengan emosi yang kuat tetapi tanpa tujuan yang jelas. Kita, manusia, adalah mesin reaksi. Dan, TIDAK yang kita ucapkan cenderung bersifat reaktif. Kita mengakomodasi karena takut dan merasa bersalah. Kita menyerang karena marah. Kita menghindar karena takut. Untuk mengeéluarkan dirt kita dari tiga perangkap "M" ini, kita perlu menjadi proaktif, progresif, dan terfokus.

 Tantangan ini tergambarkan secara jelas dalam cerita tua bangsa Jepang tentang seorang samurai dan seorang nelayan. Satu hari, sang samurai pergi untuk menagih hutang dari nelayan. "Saya minta maaf," ujar sang nelayan, "tetapi setahun terakhir ini sangat sulit bagi saya, dan dengan meéenyesal saya katakan bahwa saya tidak punya uang untuk melunasi hutang saya." Karena merasa sangat marah, sang samural menarik pedangnya dan berslap membunuh sang nélayan saat itu juga. Sang nelayan segera berpikir dan mengatakan dengan tegas, "Saya telah mempelajari ilmu bela din, dan guru saya mengatakan, Jangan pernah menyerang karena marah."
 Sang samural menatapnya untuk sesaat dan secara perlahan menurunkan pedangnya. "Gurumu bijak," ujar sang samurai dengan peélan. "Guru saya pun telah mengajari hal serupa. Terkadang, kemarahan saya mengalahkan saya. Saya akan memberi kamu waktu satu tahun lagi untuk mélunasi hutang, tetapi bila kamu nanti tak mampu membayarnya, saya pasti akan membunuhmu."
 Sang samurai pulang ke rumahnya dan tiba larut malam. Dia masuk ke rumah secara perlahan, tidak ingin membangunkan istrinya, tetapi betapa terkejutnya dia karena dia melihat ada dua orang di tempat tidurnya, istrinya dan seorang asing yang meéengenakan pakaian samural. Dengan rasa marah dan cemburu yang membara, dia mengangkat pedangnya untuk membunuh mereka berdua, tetapi tiba-tiba ucapan sang nelayan terngiang kembali: "Jangan menyerang karena marah." Sang samural pun berhenti sejenak, mengambil napas dalam, dan kemudian secara sengaja membuat suara berisik. Istrinya langsung terjaga, demikian pula “si orang asing," yang ternyata adalah ibu kandung sang samurai.

 "Apa maksud semua ini?" dia teriak. "Saya hampir membunuh kalian!"
 "Kami takut dengan perampok," jelas sang istri.
 "Jadi, saya meminta ibu untuk mengenakan pakaian samurai guna menakutnakuti mereka."

 Setahun berlalu, dan sang nelayan datang menemul sang samurai. "Saya mengalami tahun yang menyenangkan. Jadi, ini uang Anda dan bunganya," ujar sang nelayan dengan gembira.

 "Simpan uangmu," jawab sang samurai "Hutangmu telah lunas setahun yang lalu."
 Ketika Anda ingin mengatakan TIDAK, ingatlah pelajaran sang samurai: jangan bereaksi karena marah atau bahkan karena segala emosi negatif, seperti rasa takut atau bersalah. Ambillah napas panjang dan pusatkan perhatian pada tujuan Anda, YA Anda dalam situasi ini.

 Tanyailah diri Anda apa yang benar-benar Anda inginkan dan apa yang benar-benar penting dalam hal ini. Dengan kata lain, gantilah sikap reaktif dan terfokus pada TIDAK menjadi sikap proaktif dan terfokus pada YA.

 Bab int menjelaskan proses yang dapat berguna bagi Anda. Seperti yang dilakukan sang samurai, Anda mulai dengan berhenti dan mengumpulkan kecerdasan Anda. Lalu, Anda lanjutkan dengan menanyakan alasan kepada diri Anda sendiri. Mengapa Anda ingin mengatakan TIDAK? Apakah kepentingan, kebutuhan, dan nilai utama Anda? Begitu Anda telah menjawab pertanyaan ini, Anda dapat mengembangkan YA! Anda niat Anda untuk melindungi hal terpenting milik Anda.
 Berhenti: Pergi Ke Balkon

 Kita tidak punya peluang untuk bisa memengaruhi orang lain kalau kita tak bisa mengendalikan dulu reaksi dan emosi alamiah kita.

 Ketika kita ingin mengatakan TIDAK atas perilaku menyerang atau permintaan yang tidak layak, adalah alamiah untuk merasa marah. Tetapi kemarahan dapat membutakan kita. Ketika kita mengatakan TIDAK secara terburu-buru, dengan marah dan terkadang dengan penuh dendam, terlalu mudah untuk tak mengindahkan masalah memperluas minat kita. Rasa takut pun dapat mencegah kita meéencapai tujuan kita. Sebelumnya, kita bayangkan reaksi orang lain terhadap TIDAK kita. Apa yang akan mereka pikir tentang kita atau lakukan kepada kita? Apa yang akan tenadi dengan hubungan, kesepakatan, dan juga kepentingan kita? Karena lumpuh, kita mengakomodasi, mengorbankan kebutuhan kita. Rasa bersalah memiliki dampak serupa. "Siapa saya, kok berani mengatakan TIDAK?" "Saya tidak patut mendapat waktu untuk diri saya sendiri.” "Kebutuhan mereka lebih penting dari kebutuhan saya."

 Rasa marah dapat membutakan, rasa takut dapat melumpuhkan, dan rasa bersalah dapat mefemahkan.
 Oleh karena itu, tantangan pertama yang kita hadapi, bersifat internal. Ingatlah contoh tentang seorang lelaki yang mengatakan TIDAK kepada ayahnya yang diktator, yang juga merupakan bosnya. Menurut John, "Saya tidak méelawan ayah saya, saya melawan rasa fakut saya!" Seperti diakui John, hambatan nyata untuk mendapatkan hal yang dia inginkan bukanlah ayahnya tetapi rasa takutnya. "Pada dasarnya, semua tindakan berakhir di saat saya bicara dengan dia." Itu adalah hal utama.Jindakan nyata untuk melawan diri Anda ternadi dalam diri Anda sebelum Anda mengatakan TIDAK.

 Tindakan internal ini dimulai dengan berhenti sejenak. Adalah sangat penting untuk berhenti sejenak karena hal itu menghalangi reaksi alamiah Anda, memberi Anda waktu untuk berpikir, dan kemudian memungkinkan Anda untuk menemukan YA Anda. Anda harus berhenti selama sedetik, sejam, sehari, atau sesuai waktu yang diperlukan. Masalahnya adalah berhenti dan mendapat sejumlah perspektif tentang situasi sebelum menjawab TIDAK.

 Saya senang menggunakan metafor "pergi ke balkon." Balkon adalah pola pikir terpisah yang dapat Anda masuki kapan pun Anda suka. Bayangkan diri Anda sesaat sebagal seorang aktor yang akan mengucapkan dialog TIDAK Anda. Sekarang, bayangkan bahwa diri Anda sedang menatap panggung dari balkon, suatu tempat yang membuat Anda dapat melihat adegan dengan jelas dari jauh. Balkon adalah tempat perspektif, kedamaian, dan kejelasan. Dari perspektif balkon, lebih mudah untuk menemukan YA di balik TIDAK Anda.

 Saya menjadi sangat menghargai pelajaran ini ketika saya diminta untuk memfasilitasi suatu diskusi sulit di pertengahan tahun 1990-an antara pemimpin Rusia dan Chechnya tentang cara untuk mengakhin perang tragis di Chechnya. Diskusi ini dilakukan di Istana Damai, The Hague, dalam ruang konferensi seperti yang digunakan untuk pengadilan penjahat perang di bekas negara Yugoslavia. Wakil presiden Chechnya mengawali pidatonya dengan membuat sejumlah tuduhan keras ke pihak Rusia; dia mengatakan bahwa mereka seharusnya berada pula di ruangan itu karena mereka pun segera diadili sebagai penjahat perang. Lalu, dia berbalik ke saya dan mulai menyerang sambil menatap mata saya: "Anda, bangsa Amerika, telah mendukung orang Rusia dalam kejahatan perang mereka! Dan, terlebih lagi, Anda merusak hak orang Puerto Rico untuk menentukan nasib mereka sendiri!" Ketika dia melanjutkan tuduhannya, orang lain yang duduk di sekeliling meja menatap saya untuk melihat respons saya. Apakah saya akan mengatakan TIDAK atas tuduhan itu?
 Sambil merasa bersalah dan bingung, saya berpikir, "Saya tidak suka cara melaksanakan sesi diskusi ini.
 Mengapa dia menyerang saya? Saya sekadar membantu.
 Puerto Rico? Apa yang, saya tahu tentang Puerto Rico?"
 Saya merasa reaktif. Haruskah saya sekadar menerima perlakuan ini? Haruskah saya merespons dengan cara serupa? Haruskah saya diam saja?

 Untungnya, periode penejemahan memberi peluang kepada saya untuk pergi ke balkon. Saya mengambil napas dalam dan mencoba menenangkan dir. Saya ingat, fujuan kami adalah berusaha menciptakan kedamaian bagi rakyat Chechnya dan Rusia. Itu adalah YA saya. Atas dasar itu, saya siap mengatakan TIDAK atas tuduhan kejam int yang tidak akan membawa kami ke mana pun.
 Ketika tiba giliran saya untuk méerespons, saya hanya berkata ke wakil presiden Chechnya, "Saya dengar kritik Anda tentang negara saya, dan saya menganggap itu sebagai tanda bahwa kita adalah teman dan dapat saling bicara dengan terus terang. Saya tahu bahwa rakyat Anda telah sangat menderita. Apa yang kita lakukan di sini sekarang adalah berusaha menemukan cara untuk menghentikan penderitaan dan pertumpahan darah di Chechnya.Perkenankan kami untuk mengemukakan sejumlah langkah praktis yang dapat diambil pada masa sekarang."
 Diskusi kembali ke jalur yang benar. Dengan pergi ke balkon, saya bisa menemukan YA saya.
 Ambil Waktu Istirahat
 Sumber terlangka di masa kini adalah waktu untuk berpikir. Carilah peluang untuk pergi ke balkon kapan saja sehingga Anda bisa merenungkan YA Anda.
 Ketika Anda ingin mengambil waktu istirahat, kalimat sederhana dapat digunakan dengan mudah. Bila pihak lain mengajukan permintaan yang tak Anda inginkan, sebagai contoh, Anda dapat mengatakan:
 Achok, seorang teman saya yang berasal dari Tibet, pernah memberi tahu saya: "YA' dan 'TIDAK' adalah frase terpenting, tetapi frase lain yang terkadang juga sangat penting adalah 'tunggu sebentar'. Terkadang, Anda tidak tahu apakah harus mengatakan YM atau TIDAK. Jadi, jawaban terbaik adalah 'tunggu sebentar', suatu jawaban yang membert Anda waktu untuk memutuskan." Achok benar. Terkadang sebelum mengatakan TIDAK, adalah biyjak untuk menunggu sebentar.
 Selama waktu istirahat, keluar sebentar dari ruangan. Gunakan waktu yang tenang itu untuk berpikir atau berkonsultasi dengan seorang kolega. Bayangkan, ada seorang pelanggan yang menekan Anda untuk mengirimkan barang dengan tenggat waktu yang Anda khawatirkan tidak realistis. Saat orang itu ada, Anda mungkin cenderung sepakat; tetapi setelah bicara dengan kolega Anda di telepon, Anda menyadari bahwa hal ini merupakan kesalahan serius. Dengan memberi kesempatan kepada dir) Anda untuk merenung sesaat sebelum menjawab, Anda dapat membuat perbedaan antara YA yang
 reaktif dan TIDAK yang proaktif.
 Bila Anda merasa marah atau takut, pergilah
 jalan-jalan atau lakukan olahraga favorit Anda. Dengan membuat otot Anda bekerja dan jantung Anda memompa lebih kuat, hal itu dapat membantu mengurangi kemarahan dan rasa takut sehingga ketika Anda mengatakan TIDAK, Anda dapat mengatakannya dari tempat yang tenang dan stabil.
 Pahami Emosi Anda
 Hal yang menyebabkan Anda bereaksi adalah emosi negatif kita. Rasa takut dan rasa bersalah membuat kita mengakomodasi atau menghindari, sementara rasa marah membuat kita menyerang. Dengan mempertunjukkan emosi, kita tidak mampu meéncapai tujuan kita. Namun, tidak efektif pula bila kita menekan emosi kita. Penekanan emosi tidak menghilangkan emosi kita namun hanya menyembunyikan emosi tersebut hingga akhirnya dapat meledak pada saat yang tidak menguntungkan.
 Untungnya, ada cara ketiga untuk mengatasi emosi kita, yang tidak sedramatis pengumbaran emosi dan tidak semenakutkan penekanan emosi. Kenalilah emosi Anda dan kendalikanlah emosi Anda, bukan mereka yang mengendalikan Anda. Cara terefektif untuk mengatasi emosi negatif Anda adalah bukan dengan mempertunjukkannya tetapi dengan memerhatikannya.
 Pikirkan contoh salah seorang teman saya yang sangat kesulitan membujuk putrinya yang berusia tiga tahun untuk pergi sekolah di kelompok bermain. Setiap kali harus ke sekolah, putrinya akan melemparkan pakaian dan membuat keributan, memaksa untuk tetap di rumah. Sang ibu tidak tahu cara untuk mengatakan TIDAK secara efektif.
 Karena merasa sangat sedih, takut, bersalah, marah, dan frustrasi, dia terombang-ambing antara mendesak dengan keras (menyerang) dan menyerah pada kemarahan sang putri (mengakomodasi).
 Satu hari, sang ibu mengambil langkah berbeda. Dia mengambil waktu untuk bersiap mengatakan TIDAK, membicarakan perasaannya dengan sahabatnya. Dengan bantuan temannya, dia mampu melacak kembali kekhawatirannya ke kebutuhannya akan cinta dan rasa memiliki. Dia menjadi sadar bahwa kekhawatirannya untuk mengirimkan sang putri ke sekolah berasal dari perasaan masa kecilnya yang merasa diabaikan ibunya. Sejak dia tahu bahwa dia mencintal putrinya dan bahwa tindakan untuk mengirimkan dia ke sekolah bukanlah bentuk pengabaian, dia mampu merasa santal dan menghilangkan ketakutan yang dia rasakan. Hari berikutnya, dia sekadar berkata TIDAK ke putrinya yang memaksa tidak ingin sekolah: "Kamu pergi ke sekolah hari ini." Tidak ada keraguan, tidak ada kemarahan, sekadar pengungkapan fakta. Yang mengejutkan bagi dia, tidak ada penolakan atau keributan.Putrinya pergi ke sekolah dengan tenang dan senang.
 Begitu Anda melacak kembali emosi Anda ke kebutuhan utama Anda, suatu transformasi yang cerdik dapat ternadi, seperti yang terjadi pada teman saya. Begitu Anda telah benar-benar memahami pesan tersembunyi dari emosi Anda, begitu emosi itu telah menyampaikan pesan mereka dan menyelesaikan misi mereka, intensitas mereka biasanya berkurang, dan Anda menjadi lebih tenang, lebih terfokus, dan lebih efektif. Begitu Anda telah benar-benar mendengarkan perasaan Anda, Anda tidak = perlu mempertunjukkannya.
 Jadi, mulailah dengan menyebutkan rasa takut, marah, atau bersalah Anda. Kenali mereka sebagai reaksi alamiah terhadap permintaan atau perilaku orang lain. Dengarkan mereka seperti Anda mendengarkan sahabat Anda. Biarkan emosi tersebut ménunjukkan diri.
 Amatilah emosi Anda seolah-olah Anda adalah saksi mata yang netral: "Saya melihat sejumlah rasa marah dalam diri saya." Anda bukan bersikap dingin dan tak berperasaan, tetapi sekadar mempelajari emosi Anda dengan minat dan perhatian seperti yang ditunjukkan oleh seorang teman. Mungkin berguna untuk mendeskripsikan emosi itu kepada seorang teman atau menuliskannya dalam suatu catatan.
 Anggap diri) Anda "memiliki" atau "mengalami" emosi, bukan "menjadi" emosi. Pikirkan perbedaan antara "S3ya marah" dan "Saya memiliki perasaan marah oi dalam divi saya." Kalimat pertama mengidentifikasi Anda langsung sebagai emosi Anda, seolah-olah itu adalah diri Anda. Ketika Anda adalah emosi Anda, Anda secara alamiah terdorong untuk mempertunjukkan emosi itu. Sebaliknya, kata "memiliki” memungkinkan Anda mengalami emosi tanpa merasa dimiliki oleh emosi. Anda memiliki emosi; mereka tidak memiliki Anda.
 Terus Ajukan Pertanyaan
 "Mengapa" Kepada Diri Anda
 Begitu Anda berada di balkon dan mengontrol emosi Anda, Anda dapat mulai menemukan motivas! utama TIDAK Anda. Suatu teknik sederhana tetapi hebat adalah dengan terus mengajukan pertanyaan ajaib "mengapa" kepada dir Anda.
 Temukan Kepentingan Anda
 TIDAK adalah suatu posisi, keadaan konkret, atau pernyataan tentang sesuatu yang tidak Anda inginkan.
 Sebaliknya, kepentingan adalah keinginan, hasrat, aspirasl, dan kepedulian utama dari penolakan (Gjawaban TIDAK) .Contohnya, bila posisi Anda adalah TIDAK setuju dengan rekan kerja yang merokok di kantor, kepentingan Anda mungkin keinginan untuk udara yang bersih dan segar serta kebutuhan untuk paru-paru yang sehat. Kepentingan adalah pengendali dan penggerak tanpa suara di balik posisi. Dengan kata lain, kepentingan adalah sesuatu yang ingin Anda jawab YA.
 Pikirkan sebentar hal yang benar-benar ingin Anda jawab TIDAK. Permintaan atau permohonan apa yang ingin Anda tolak? Perilaku apa yang menurut Anda tidak tepat atau kasar? Bayangkan hal ini dalam pikiran Anda dengan sangat konkret dan spesifik,
 Sekarang, tanyai diri Anda, YA apa yang terletak di balik TIDAK Anda. Jawabannya tidak selalu jelas. Biasanya, saat kita tahu posisi kita, kita sering kali tidak mencari tahu kepentingan utama TIDAK kita.
 Saya teringat dengan satu proses mediasi yang membuat saya menghabiskan waktu selama beberapa hari dengan komandan suatu geérakan separatis yang telah berperang selama 25 tahun demi kemerdekaan rakyat mereka. Dengan kata lain, mereka telah mengemukakan TIDAK mereka dengan sangat keras dan kasar. Pertanyaan pertama saya untuk mereka adalah: "Saya memahami posisi Anda: kemerdekaan. Tetapi, beri tahu saya tentang kepentingan Anda. Dengan kata lain, mengapa Anda menginginkan kemerdekaan? Kepentingan utama apa yang akan dipuaskan oleh kemerdekaan yang Anda harapkan?"
 Semua terdiam, dan kemudian suatu usaha yang agak memalukan untuk menjawab pertanyaan.
 Komandan tahu posisi mereka. Itu benar-benar terlihat jelas. Tetapi, faktanya adalah bahwa mereka tidak dapat mengutarakan kepentingan mereka dengan lengkap. Apakah kepentingan utama mereka adalah kepentingan ekonomi-pembagian secara adil dari sumber daya alam yang ada? Apakah itu kepentingan politik kemampuan untuk mengatasi masalah mereka sendiri dan memilih anggota parlemen mereka? Apakah itu kepentingan keamanan-kemampuan untuk melindungi rakyat mereka dari ancaman fisik yang membahayakan nyawa dan kesejahteraan mereka? Apa yang benar-benar mereka inginkan dan bagaimana urutan prioritasnya? Di sini, mereka telah berperang selama bertahun-tahun dengan mengorbankan ribuan nyawa, namun mereka tidak memahami secara sistematis mengapa mereka berperang.
 Penggalian di bawah posisi Anda untuk memahami kepentingan Anda dan terus-menerus bertanya "mengapa?" bukan sekadar praktik akademis. Sulit untuk memuaskan kepentingan Anda yang sebenarnya bila Anda tidak merasa yakin dengan kepentingan Anda. Seperti mereka akul tanpa ragu, komandan tidak mungkin bisa segera merebut kemerdekaan mereka lewat cara militer. Bagaimanapun, dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, mereka memiliki peluang untuk meningkatkan kepentingan mereka dalam pengakuan, pengaturan dir, dan kontrol atas sumber daya ekonomi mereka lewat suatu kesepakatan yang tergantung pada pemilihan demokratis, pemilihan yang mereka yakini akan mereka menangkan. Kontrol politik lokal pada akhirnya lebih dapat mendekatkan mereka pada tujuan jangka panjang dari kemerdekaan yang mereka kejar. Pada akhirnya, setelah bertahuntahun, penemuan kepentingan yang mendasari posisi mereka membantu mereka memasuki suatu kesepakatan damai yang tak terduga dengan lawan mereka.
 Adalah penting untuk tetap mengajukan pertanyaan mengapa karena bahan bakar yang diperlukan untuk mengatakan TIDAK secara efektif pada akhirnya datang tidak dari posisi Anda tetapi dari dari hal yang terletak di balik posisi Anda: kepentingan utama Anda, YA Anda.
 Ingat tiga manfaat besar dari TIDAK yang dapat membantu Anda memahami kepentingan Anda. Tanyailah diri Anda:
 * Apa yang berusaha saya ciptakan dengan mengatakan TIDAK? Aktivitas atau orang seperti apa yang ingin saya jawab YA?
 * Apa yang berusaha saya lindung) dengan
 mengatakan TIDAK? Kepentingan utama saya yang manakah yang terancam bila saya mengatakan YA atau sekadar tetap meénerima perilaku orang lain?
 * Apa yang berusaha saya vbah dengan mengatakan TIDAK? Apa yang salah dengan perilaku orang lain (atau situasi) dan apa yang akan diperbaiki bila perilaku (atau situasi) itu diubah?
 Temukan Kebutuhan Anda
 Adalah berguna untuk mencari secara lebih dalam, ke dalam motivas! utama Anda. Sering kali, ketika mencatat kepentingan kita, kita benar-benar membuat daftar keinginan kita hasrat, tujuan, dan kekhawatiran kita seharihari. Ini adalah sesuatu atau kondisi yang ingin kita miliki, bahkan sangat ingin kita miliki. Kita ingin kantor kita nyaman, kesepakatan menguntungkan liburan menyenangkan, dan harga murah. Bila kita mencari lebih dalam lagi, kita akan menemukan di bawah keinginan ini sekelompok motivasi inti kebutuhan kita.
 Kebutuhan adalah pengendali dasar yang memotivasi perilaku manusia. Mungkin, lima kebutuhan utama manusia yang paling umum adalah:
 * Keamanan dan kelangsungan hidup
 * Makanan, minuman, dan kebutuhan hidup lainnya * Kepemilikan dan cinta
 * Penghargaan dan makna dir
 * Kebebasan dan kontrol atas masa depan
 Kebutuhan dasar manusia mendasari perilaku seharihari. Bayangkan, bos Anda meminta Anda untuk bekerja selama tiga akhir pekan berturut-turut, dan Anda ingin berkata TIDAK karena Anda dan pasangan Anda sejak lama sudah berencana ingin berlibur. Kepentingan Anda, ketika Anda pertama kali memikirkan hal itu, adalah berlibur, mampu melaksanakan rencana Anda, dan tidak merasa terlalu banyak bekerja. Tetapi untuk mendapatkan kebutuhan dasar yang mendasari perilaku manusia, Anda peru terus-menerus bertanya kepada diri Anda alasan yang membuat Anda benar-benar ingin berkata TIDAK. Di bawah kepentingan untuk berlibur adalah kepentingan untuk memperkuat tali perkawinan Anda, dan di bawah itu, bila Anda menggali lebih dalam lagi, adalah kebutuhan dasar kepemilikan dan cinta. Di bawah kepentingan untuk mempertahankan rencana adalah kebutuhan dasar otonomi dan kontrol atas masa depan Anda sendiri. Di bawah perasaan marah karena telah disuruh bekera terlalu keras oleh bos Anda adalah kebutuhan dasar penghargaan.
 Seorang manajer penjualan, seorang peserta salah satu seminar saya, memiliki masalah mengatakan TIDAK kepada pelanggan terbesarnya, yang  terus-menerus menekan dia untuk terus mengurangi harga. "Apa YA utama Anda?" tanya saya.
 "Mempertahankan arus pendapatan yang stabil," jawab dia.
 "Tetapi mengapa?” desak saya.
 "Keuntungan," jawabnya.
 "Tetapi mengapa Anda menginginkan keuntungan?"
 tanya saya lagi.
 "Agar kami semua dapat bekerja," dia menjawab, méenatap koleganya, "dan agar saya dapat memberi makan keluarga saya." Hal itu menjelaskan kebutuhan dasarnya. TIDAK manajer penjualan itu atas permintaan pelanggannya menjadi lebih kuat karena berakar dari sesuatu yang sangat dia pedulikan.
 Penting untuk menggali dalam-dalam guna menemukan kebutuhan Anda. Semakin dalam Anda menggali, semakin besar kemungkinan bagi Anda untuk mengenai bagian terdalam, tempat kekuatan dan stabilitas yang dapat mengamankan TIDAK Anda.
 Untuk ménemukan kebutuhan Anda, pahami emosi Anda. Emosi memiliki kecerdasan-mereka adalah bahasa yang digunakan oleh kebutuhan dasar Anda untuk memberi tanda bahwa mereka belum terpenuhi. Ketakutan memperingatkan kita akan adanya ancaman. Kemarahan member tahu, ada sesuatu yang keliru dan mungkin perlu diperbaiki. Rasa bersalah memperingatkan kita untuk bersikap sensitif terhadap hubungan yang penting. Intuisi memperingatkan kita untuk meninjau ulang penanjian yang akan disepakati. Bila kita dapat memahami perasaan inl, bukan bereaksi, kita dapat sangat beruntung.
 Tak diragukan lagi, itu adalah pengalaman pribadi saya. Saya telah belajar memahami intuisi saya ketika saya menghadapi keputusan, penting seperti apakah saya menerima kesepakatan kerja yang penting atau tidak. SaYa mendapati bahwa intuisi tersebut hampir selalu benar, menunjukkan kebutuhan yang belum saya penuhi dengan tepat. Bila saya memiliki perasaan yang tidak menyenangkan tentang penerimaan proyek baru, sebagai contoh, hal itu biasanya berarti, saya mengabaikan kebutuhan saya untuk memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga dan waktu pribadi.
 Perlakukan emosi Anda sebagai indikasi, sebagai penunjuk kebutuhan utama Anda. Daripada dijadikan musuh, emosi Anda dapat menjadi rekanan Anda karena mereka dapat membantu menemukan YA Anda.
 Temukan Nilai Anda
 Selain kebutuhan yang mengarahkan Anda, terdapat nilai yang memotivasi Anda. Nilai adalah prinsip dan keyakinan yang memandu hidup Anda. Mereka diingat dengan frase seperti "Selalu bertindak dengan jujur" atau "Perlakukan semua orang dengan adil." Walaupun nilal antara satu budaya dan yang lain serta antara orang yang satu dan yang lain beragam, namun nilai tertentu dimiliki secara umum di seluruh dunia, termasuk kejujuran, integritas, penghargaan, toleransi, kebaikan, solidaritas, keadilan, keberanian, dan kedamaian.
 Nilal dapat member motivasi yang kuat sehingga Anda bisa mengatakan TIDAK. Terkadang, lebih mudah bagi orang-orang untuk berbicara dengan terus-terang atas nama sesuatu yang lebih besar daripada demi kebutuhan pribadi mereka.
 Ingatlah cerita tentang Sherron Watkins, karyawan Enron yang berani menulis memo kepada bosnya, Kenneth Lay, guna mengekspresikan kepeduliannya yang besar tentang praktik akuntansi yang tidak etis dan tidak legal yang pada saat itu ternadi di Enron, dan memperingatkan bahwa perusahaan "dapat hancur dalam gelombang skandal akuntansi." Sedihnya, memonya diabaikan, dan perusahaan raksasa itu jatuh ke dalam jurang kebangkrutan dan penyelidikan kriminal sehingga ribuan karyawan yang tak bersalah kehilangan pekerjaan dan tabungan mereka. Walaupun memonya tidak dapat menyelamatkan Enron, keberaniannya untuk menyuarakan sesuatu yang benar dipulikasikan secara luas; dia disebut sebagai tokoh tahun ini versi majalah Time dan — bertindak sebagal teladan yang pasti mendukung pihak lain untuk meéelakukan apa yang mereka bisa guna melindungi Enron di masa depan.
 Dalam mengatakan TIDAK atas praktik akuntansi yang tidak etis dan tidak legal di Enron, Sherron Watkins mengatakan YA untuk nilai kejujuran dan integritasnya.
 Walaupun Watkins telah menduga bahwa dia akan dipecat karena memonya, "tidak ada pilihan bagi dia. Dia tahu bahwa dia harus mengatakan sesuatu," ujar sang ibu di kemudian hari pada wawancara dengan Washington Post, Itu adalah pertanyaan tentang nilai. Seperti dinyatakan dalam cerita Sherron Watkins, penemuan nilal utama Anda dapat memberi motivasi yang diperlukan untuk menyampaikan TIDAK yang positif dan tegas.
 Jangkaulah Hingga Ke Lubuk Hati Anda
 Begitu Anda ménemukan kebutuhan dan nilai Anda, penting untuk menanyal diri Anda: "Apa yang benar-benar penting?" Apa prioritas Anda yang sebenarnya?

 Kemungkinan untuk mengatakan TIDAK sering memicu keraguan diri dan kekhawatiran. Anda mendapati diri Anda bertanya, "Dapatkah saya benar-benar melakukan itu, dan bila saya berkata TIDAK, akankah saya mampu tetap bertahan pada hal itu?" Untuk menghadapi perlawanan dalam diri Anda, penting untuk menggali hingga ke Iubuk hati Anda, diri Anda yang sebenarnya, tempat kepastian dan keyakinan dir. Seperti John, dalam contoh yang dijelaskan pada bagian Pendahuluan, yang menggali hingga ke lubuk hatinya untuk menemukan penghargaan diri sehingga dia dapat menghadapi ayahnya, sehingga Anda pun dapat mencapai esensi harga diri yang akan memungkinkan Anda untuk berdiri dan berkata TIDAK.

 Teruslah mencari. Apa tujuan Anda yang lebih penting? Apakah itu benar dan tepat untuk Anda? Apa pesan dari hati dan jiwa Anda?

 Seorang manajer senior yang saya kenal ditawari suatu promosi yang menggiurkan di tempat keranya, tetapi itu berarti dia harus melakukan banyak peralanan jauh. "Saya punya anak kecil," dia memberi tahu saya. "Jadi walaupun peluangnya sangat sulit untuk dilepaskan, saya berkata TIDAK." Dia berkata TIDAK untuk mengatakan YA agar bisa bersama anaknya. Anaknya sangat penting bagi dia. Untungnya, tidak lama setelah itu, dia ditawari pekerjaan lain yang memungkinkan dia untuk bekera dekat rumah.


 Latihan ini tidak hanya diterapkan untuk individu tetapi juga untuk pemimpin organisasi atau negara yang harus memahami prioritas utama mereka. Ini adalah tantangan yang dihadapi oleh James Burke, pimpinan perusahaan farmasi Johnson&Johnson, ketika dia tahu bahwa seorang anak dan enam orang dewasa di negara bagian Chicago telah mati keracunan karena mengonsumsi Tylenol. Tampaknya, seseorang telah mengisi kapsul dengan slanida yang mematikan dan meletakkannya kembali di rak toko. Tylenol adalah produk yang paling menguntungkan bagi perusahaan, menguasal 35 persen pasar obat penghilang rasa sakit. Pertanyaan yang timbul, apakah perusahaan akan menarik obat itu dari pasar atau tidak. Banyak pakar dari dalam dan luar perusahaan menentang hal itu. Mereka menyatakan bahwa kecelakaan hanya terjadi di wilayah negara bagian Chicago dan bahwa peristiwa itu bukanlah kesalahan Johnson&Johnson. Tetapi, Burke dan koleganya tahu dengan pasti hal yang harus dilakukan.


 Mereka memerintahkan seluruh pasokan produk ditarik dari apotek dan toko obat. Selain itu,mereka pun menawarkan penggantian semua kapsul Tylenol yang masih ada di rumah-rumah konsumen dengan tablet Tylenol. Keputusan ini, Yang diambil hampir secara mendadak, merugikan perusahaan puluhan juta dolar. Sebenarnya, perusahaan mengatakan TIDAK untuk menjual Tylenol hingga mereka benar-benar yakin bahwa mereka dapat menjamin keselamatan pelanggan mereka.
 Darimana TIDAK yang tegas dan progresif ini timbul?


 Seperti dijelaskan kemudian oleh Burke dan koleganya, hal itu timbul secara langsung dari hasil konsultasi dengan kre do perusahaan, yang ditulis 40 tahun sebelumnya oleh direkturnya yang berpandangan jauh ke depan, Robert Wood Johnson: "Kami percaya tanggung jawab utama kami adalah kepada dokter, perawat, dan pasien, kepada ibu dan ayah serta semua yang menggunakan produk dan layanan kami." Tentu saja, keuntungan penting, tetapi tidak sepenting kesehatan dan keselamatan konsumen. Dengan mengetahui dan memercayai nilal dasar ini, semua orang di perusahaan tahu hal yang perlu dilakukan dan langsung mendukung keputusan untuk menarik kembali kapsul Tylenol,
 Hasinya? Berlawanan dengan persepsi konvensional, yang percaya bahwa Tylenol tidak mungkin pulih dari keruntuhan, Tylenol diluncurkan lagi dalam waktu beberapa bulan dengan nama yang sama dalam suatu botol baru yang tak dapat dimanipulasi dan mulai mencapai pemulihan yang luar biasa dalam penjualan dan pangsa pasar. Betapa mudahnya sesuatu yang semula mengacaukan keyakinan publik terhadap Johnson&Johnson berubah menjadi bukti integritas dan kredibilitas perusahaan di mata publik.
 
Hai Kak, Share AnxietyIndo Ke Yang Lain Ya

Tidak ada komentar untuk "Kekuatan Pikiran- Perbaiki Sudut Padang Kita Demi Hidup Yang Lebih Indah"

Berlangganan via Email